Minggu, 28 April 2013

Aparat Keamanan Rusia Tangkapi Milisi Islam

Aparat Keamanan Rusia Tangkapi Milisi Islam - Sebanyak 140 orang muslim , termasuk 30 warga asing, yang sedang berada di salah satu musala di Moskow ditangkap petugas keamanan Rusia, Jumat (26/4).

Dinas Keamanan Federal (FSB) dan Dinas Migrasi Federal, seperti dikutip kantor berita RIA Novosti, membawa mereka ke kantor polisi di wilayah utara Moskow. Hal itu dilakukan untuk mencari milisi muslim yang dicurigai melakukan aksi terror.

Otoritas penegak hukum mengatakan sejumlah orang yang tengah berada di musala pada masa lalu sering berkaitan dengan pemberontakan milisi Islam di wilayah Kaukasus Utara. Untuk penangkapan kali ini, tidak ada orang yang terindikasi berhubungan dengan serangan Boston pada 15 April lalu.
Namun, hingga kini pemerintah Amerika Serikat meyakini dua bersaudara etnis Chechnya, Tamerlan Tsarnaev ,26, dan Dzhokhar Tsarnaev, 19, yang tinggal di Kaukasus Utara Rusia bertanggung jawab atas meledaknya bom yang menewaskan tiga orang serta melukai 264 orang itu.

Dzokhar, yang kini masih hidup telah dipindahkan ke penjara di Fort Devens, Massachusetts, sekitar 39 mil (63 km) sebelah barat Boston. Penjara tersebut khusus untuk tahanan yang membutuhkan penanganan medis jangka panjang atau perawatan kesehatan mental.

Sedangkan jasad kakaknya, Tamerlan yang tewas saat baku tembak dengan polisi, belum ada yang mengklaim, menurut juru bicara kepala medis Massachussets, Terrel Harris.

Gerakan separatis etnis Chechnya mulai pada tahun 1990-an dan mulai menyebar bersama fundamentalis muslim ke wilayah Kaukasus, termasuk Dagestan, kota di mana keluarga Tsarnaev tinggal sebelum pindah ke AS. Orang tua Tsranaev telah kembali ke Dagestan.

Nama Tmerlan Tsarnaev ternyata memang telah masuk daftar orang berpotensi teroris di AS sejak 2011. Jumat (26/4) seorang pejabat mengatakan, Agen Intelijen AS juga telah memasukan nama ibunda Tsarnaev, Zubeidat, dalam daftar tersebut, 18 bulan sebelum peristiwa bom Boston.

Zubeidat menyebut informasi tersebut sebagai kebohongan dan kemunafikan. Wanita itu menegaskan dirinya tidak pernah berhubungan dengan kriminal maupun terorisme.


>>> Ayo Ikutan Kontes Humor JOKES.WEB.ID <<<



Tidak ada komentar:

Posting Komentar