Senin, 28 Januari 2013

Bandar Narkoba dan Artis Saling Membutuhkan

Gitaris Edane Eet Syahranie mengaku peredaran narkoba di kalangan artis marak terjadi karena telah menjadi sebuah kebutuhan.

"Untungnya, saya sudah tidak gunakan lagi hingga saat ini. Bir saja sudah tak pernah lagi. Era saya pada 1980-an biasanya hanya cimeng (ganja), nge-drug (obat), dan minum. Nah, era 1990 hingga 2000 sudah banyak jenisnya. Saya sebatas yang dulu saja," ujarnya, Minggu (27/1).

Eet mengaku, biasanya beberapa artis menggunakan narkoba untuk meningkatkan stamina saat konser dan mendapatkan keberanian yang lebih. "Saya juga terkejut dengar tentang adanya penangkapan tadi pagi. Jadi, mungkin saja si artis konsumsi untuk mendapatkan tenaga yang ekstra," jelasnya.

Menanggapi peredaran narkoba dalam kalangan artis, Eet mengaku sempat mengetahui. Namun, ia sudah tak bersentuhan lagi dengan barang haram itu.

"Biasanya, ada peredaran di kalangan artis karena untungnya besar. Bandar juga mengincar, sementara si artis butuh. Ada transaksi sehingga saling menguntungkan," ungkapnya.

Eet berharap pihak berwajib dapat menuntaskan dan memberantas bandar-bandar besar sehingga dapat mendukung Indonesia bebas narkoba. "Sekarang saya mending bermusik, mencari uang untuk keluarga. Musik adalah seni sehingga tak harus menggunakan narkoba," pungkas Eet.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar